Cite This        Tampung        Export Record
Judul Berantas Narkoba Tidak Cukup Hanya Bicara (tanya Jawab Dan Opini)
Pengarang Willy, Heriadi
Penerbitan Yogyakarta : UI Press, 2005
Deskripsi Fisik 266 hlm. ;21 cm.
ISBN 979-3333-73-5
Subjek Narkoba
Aspek Hukum
Pecandu
Abstrak BERANTAS NARKOBA TAK CUKUP HANYA BICARA (TANYA JAWAB OPINI)KETIKA manusia sudah saling tidak memperdulikan dan saling cakar mencakar. Ketika masyarakat juga sudah masa bodoh terhadap lingkungannya. Ketika etika, norma dan aturan dengan sengaja diabaikan dan dilanggar. Ketika moralitas baik menjadi barang yang langka dan hanya sebatas pembicaraan Ketika komitmen, bersama diingkari. Ketika hukum sudah tidak mempunyai taring dan kuku lagi untuk mengoyak dan mencengkram ketidakadilan. Ketenanganpun akan terusik, rasa amanpun bagaikan barang langka. Kemungkaran dan kemunafikan meniadi raja, maka membeli dosa menjadi rutinitas hidup, melikukan perbuatan salah menjadi hal Yang biasa dan lumrah. Kejahatan dan kemunafikan merajalela yang berpesta pora dan bergembira ria dalam kubangan lumpur nikmatnya dosa. Nikmat sementaramenjadi tujuan utama, sengsara kemudian tidak dipersoalkan. Akhirnya yang ditemui adalah penyesalan yang tiada gunanya lagi ketika nasi telah menjadi bubur. Salah satu penyebab kehancuran generasi p
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
018067 344.044 WIL b Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
018070 344.044 WIL b Dapat dipinjam PUSLING Kota Metro - Perpustakaan Keliling Tersedia
pesan
037341 344.044 WIL b Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
037342 344.044 WIL b Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000004682
005 20220621014923
008 220621################g##########0#ind##
020 # # $a 979-3333-73-5
035 # # $a 0010-0621004282
082 # # $a 344044
084 # # $a 344.044 WIL b
100 1 # $a Willy, Heriadi
245 1 # $a Berantas Narkoba Tidak Cukup Hanya Bicara (tanya Jawab Dan Opini)
260 # # $a Yogyakarta :$b UI Press,$c 2005
300 # # $a 266 hlm. ; $c 21 cm.
520 # # $a BERANTAS NARKOBA TAK CUKUP HANYA BICARA (TANYA JAWAB OPINI)KETIKA manusia sudah saling tidak memperdulikan dan saling cakar mencakar. Ketika masyarakat juga sudah masa bodoh terhadap lingkungannya. Ketika etika, norma dan aturan dengan sengaja diabaikan dan dilanggar. Ketika moralitas baik menjadi barang yang langka dan hanya sebatas pembicaraan Ketika komitmen, bersama diingkari. Ketika hukum sudah tidak mempunyai taring dan kuku lagi untuk mengoyak dan mencengkram ketidakadilan. Ketenanganpun akan terusik, rasa amanpun bagaikan barang langka. Kemungkaran dan kemunafikan meniadi raja, maka membeli dosa menjadi rutinitas hidup, melikukan perbuatan salah menjadi hal Yang biasa dan lumrah. Kejahatan dan kemunafikan merajalela yang berpesta pora dan bergembira ria dalam kubangan lumpur nikmatnya dosa. Nikmat sementaramenjadi tujuan utama, sengsara kemudian tidak dipersoalkan. Akhirnya yang ditemui adalah penyesalan yang tiada gunanya lagi ketika nasi telah menjadi bubur. Salah satu penyebab kehancuran generasi penerus bangsa ini, adalah bobroknya moral dan banyaknya terjadi perilaku-perilaku dalam kehidupan yang menyimpang (terutama para remaja diusia produktif). perilaku yang menyimpang tersebut antara lain adalah melakukan penyalahgunaan Narkoba yang semestinya tidak terjadi. Yang menjadi fakta belakangan ini permasalahan Narkoba yang terjadi bukan hanya sebagai cerita saja pengantar tidur, melainkan sudah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan anak bangsa. Narkoba bagaikan akar serabut dan sekaligus akar tunggal dan tunjang. Menyebar tanpa terkendali ke seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Menusuk kedalam jiwa, raga yang paling dalam serta mengarah ke tempat-tempat segar tanpa terkontrol, sehingga untuk melepaskannya sangat sulit. Kata pulih bagaikan suatu mukjijat yang dinanti-nanti. Narkoba selalu menghantui kita setiap saat tanpa ada batas waktu. Ia bagaikan bayangan kita sendiri yang selalu mengikuti kemanapun. Narkoba juga bagaikan air bah yang terus merendam dan menyusupi semua tempat yang tak terjangkau sekalipun oleh manusia dengan tanpa pandang bulu. Jelas-jelas Narkoba lebih banyak mudhoratnya ketimbang manfaatnya. Rasanya tidak ada satupun tempat yang dapat terbebas dan lepas dari niat jahat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba tersebut. Setiap insan manusia potensial melakukan kekelirllan, termasuk dalam penyalahgunaan narkoba ini. Hanya saja tergantung bagaimana masing-masing individu mengambil sikap, apakah "Melakukan atau tidak Melakukan ". Otot dan persendianpun terasa lemas seolah-olah tak berdaya menahan beban tubuh ketika mendengar dan mengetahui putera-puteri kita, sahabat atau bahkan tetangga kita yang selama ini sangat manis-manis, penurut dan baik-baik, ternyata terlibat dalam permasalahan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba. Malu dan aib-pun menempel seolah tak terhindarkan. Namun disadari atau tidak, musibahlah kenyataannya sebenarnya yang terjadi. Keputusasaan dan kepasiahan menladi iitap yang menonjol. tidak-tahu jalan keluar dan bingung apa yang harus diperbuat. Mencari-cari kabing hitam sebagai sasaran kesalahan untuk pelePas emosi sementara. Lantas pemerintah dengan aparat hukumnya dianggap tidak becus. Tindakan harrya setengah hati dan bahkan tidak serius dalam mengatasi serta mengendalikan peredaran gelapnya Akibat gelapnya bermunculan secara tak terkendali perilaku-perilaku dalam penyalahgunaan Narkoba. by iwn.
650 # 4 $a Aspek Hukum
650 # 4 $a Narkoba
650 # 4 $a Pecandu
990 # # $a 018067
990 # # $a 018068
990 # # $a 018069
990 # # $a 018070
990 # # $a 018071
990 # # $a 037339
990 # # $a 037340
990 # # $a 037341
990 # # $a 037342
990 # # $a 037343
Content Unduh katalog