Cite This        Tampung        Export Record
Judul Matinya Gender
Pengarang Illich, Ivan
Penerbitan Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005
Deskripsi Fisik 248 hlm. ;20 cm.
ISBN 979-9075-35-1
Subjek Gender
Abstrak MATINYA GENDERDi Indonesia, buku-buku dan arikel-artikel yang memuat setidaknya selusin kata gender bergelimpangan di atas rak dipeluk debu terutama sejak fajar 1990-an. Ceramah, kuliah, seminar, penelitian yang judulnya ber-gender sering diadakan, meski sebagian berkat ultimatum sponsor. Dosen sosiologi bicara gender, mahasiswi antropologi bermakalah gender, peneliti komunikasi meng-gender -kan risetnya. Lantaran habitat akademisi, aktilis, dan pihak berwenang secara umum sudah cukup hiruk-pikuh penanyaan-penanyaan awami sering dikibaskan begitu saia, misalnya: Apa sebenarnya gender itu ? Dari mana asal-usulnya? Mengapa musti gender? Apa pentingnya ? Mencerna yang dasar-dasar belakangan sesudah yang canggih-canggih barangkali addah keajaiban berpikir khas kita, namun Ivan Illich ada di sini untuk menegur: rungBu dulu, gaBas yang ini dulu, sebab yang canggih-canggih tidak bakalan jadi kalau tidak lewat sini dulu Malah sering menjawab Pertanyaan yang sejauh ini tak pernah dilontarkan: Apa yang terjadi pada gen
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
024708 323.34 ILL m Dapat dipinjam PUSLING Kota Metro - Ruang Tandon Tersedia
pesan
024709 323.34 ILL m Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
024710 323.34 ILL m Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
024711 323.34 ILL m Dapat dipinjam PUSLING Kota Metro - Ruang Tandon Tersedia
pesan
071755 323.34 ILL m Dapat dipinjam DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum Tersedia
pesan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003899
005 20220317030224
008 220317################g##########0#ind##
020 # # $a 979-9075-35-1
035 # # $a 0010-0621003499
082 # # $a 323.34
084 # # $a 323.34 ILL m
100 1 # $a Illich, Ivan
245 1 # $a Matinya Gender
260 # # $a Yogyakarta :$b Pustaka Pelajar,$c 2005
300 # # $a 248 hlm. ; $c 20 cm.
520 # # $a MATINYA GENDERDi Indonesia, buku-buku dan arikel-artikel yang memuat setidaknya selusin kata gender bergelimpangan di atas rak dipeluk debu terutama sejak fajar 1990-an. Ceramah, kuliah, seminar, penelitian yang judulnya ber-gender sering diadakan, meski sebagian berkat ultimatum sponsor. Dosen sosiologi bicara gender, mahasiswi antropologi bermakalah gender, peneliti komunikasi meng-gender -kan risetnya. Lantaran habitat akademisi, aktilis, dan pihak berwenang secara umum sudah cukup hiruk-pikuh penanyaan-penanyaan awami sering dikibaskan begitu saia, misalnya: Apa sebenarnya gender itu ? Dari mana asal-usulnya? Mengapa musti gender? Apa pentingnya ? Mencerna yang dasar-dasar belakangan sesudah yang canggih-canggih barangkali addah keajaiban berpikir khas kita, namun Ivan Illich ada di sini untuk menegur: rungBu dulu, gaBas yang ini dulu, sebab yang canggih-canggih tidak bakalan jadi kalau tidak lewat sini dulu Malah sering menjawab Pertanyaan yang sejauh ini tak pernah dilontarkan: Apa yang terjadi pada gender ?Ada yang berpendapat Genda-nya Ivan Illich terlalu dasariah , sebaliknya Illich kelewat canggih dan justru membingungkan ada yang mentanggapnya mbaleh dari pakem umum dan karenanya harus dibaca, orang lain yakin Illich menunggangi gender hanya untuk mempraktikkan hobi lamanya, mengkritik Reformasi pembunuhan Gender di segala hal di bawah matahari, maka sebaiknya jangan didengarkan ada yang memeluk hangat karena diskusi tentang gender mmbah semarak bila tambah orang, ada yang menolak menyentuhnya karena, biar bagaimana, Illich laki-laki. (illich memang lebih sering kontroversial ketimbang tidak di kawasan yeng mengapit Lautan Atlantik konon Gender hanya tertandingi oleh buku yang memuat Bagasan untuk mengambrukkan segenap persekolahan, Descbooling Sociery.) Lebih-lebih Illich sendiri mengaku menggali akar gender hanya sebagai pijakan untuk mengandisis sejarah kelangkaan. Karenanyaada yang tak rela masalah sedahsyat gender ditangani sambil-lalu sepeni ini (tuduhan yauirt keliru), lebih-lebih oleh seorang pesohor kontroversial kelas-kakap yeng bukan spesialis srudi gender (tuduhan yang benar). Namun justru karena menyajikan jawaban atas pertanyaan-pernnyaan dasariah itulah membedakan dan mempertentangkan gender dengan jenis kelamin - dan lantaran menyodorkan renungangender berjaya, meretas dan ambruk berantakan, buku ini layak mendapat lowongan seluas-luasnya di benak, bagi yang berminat menggagas masyarakat industrial, sejarah, antropologi, sosial-politik, ekonomi, atau gender itu sendiri. Masyarakat indusrial, ujar llich, otakkan eksis tanpa menanamkan asumsi-asumsi tertentu: asumsi-asumsi bahwa kedua jenis kelamin diciptakan untuk melaksanakan pekerjaan yang sama, memahami realius yang sama dan memiliki, bervariasi kosmetik yang tak banyak berarti, kebutuhan-kebutuhan yang sama. Dalam indrsmid, lelaki dan perempuan dipandang sebagai sepasang ienis yang bersaing memperebutkan komoditas-komoditas yang dianggap langka atau dilangkakan - barang, jasa,ruang, waktu senggang gengsi, dan sebagainya. Suara menyeru keadilan, bagi masyarakat semacam itu, adalah seruan menuntut kesetaraan. Dan para feminis malah berjuang menurut kesetaraan tanpa menyadari (atau sebenarnya sadar, Matinya Gender cuma sengaja maka mengindahkan) bahwa kesetaraanantarjenis hanya mitos karangan masyarakat industrial yang seksis - yang bahkan sudah semacam kacamata kuda semua anggotanya termasuk feminis sendiri. Ivan Illich berusaha menggali akar kesejarahan pandangan seperti itu Katanya ia tak berniat menjawab pertanyaan mengapa lelaki selalu dinomor satukan oleh masyarakat ? Ia tak ingin jadi spekulan teori ia tidak meramal tenhng abad ke-21.(libra)
650 # 4 $a Gender
990 # # $a 024708
990 # # $a 024709
990 # # $a 024710
990 # # $a 024711
990 # # $a 071755
Content Unduh katalog