
| Judul | The Ruthless Leader : Disiplin dan Keteguhan dalam Kepemimpinan, Tiga Karya Klasik Tentang Strategi dan Kekuasaan |
| Pengarang | Alistair McAlpine (Pengarang) Dewi Sartika (Penerjemah) Nurcahyo Mahanani (Penyunting) |
| Penerbitan | Jakarta : Erlangga, 2004 |
| Deskripsi Fisik | v + 262 halaman ;24 cm. |
| Konten | Teks |
| Media | Tanpa Perantara |
| Penyimpan Media | Lembar |
| ISBN | 979-741-054-4 |
| Subjek | Psikologi Terapan Kepemimpinan |
| Abstrak | The Ruthless Leader : Disiplin dan Keteguhan dalam Kepemimpinan, Tiga Karya Klasik Tentang Strategi dan Kekuasaan Sang jendral besar itu, menegaskan bahwa adalah tanggung jawab mereka yang berwenang untuk menyampaikan perintah-perintah dengan cara sedemikian rupa sehingga perintah-perintah tersebut dapat dimengerti, lalu ia menjelaskan kepada wanita itu mengenai apa yang ia inginkan untuk mereka lakukan dalam perintah yang jelas dan tidak mungkin disalahartikan. Sang jendral kemudian juga memanggil para algojo untuk bersiap-siap menunjukkan bahwa ia menghargai disiplin sebagai esensi kehidupan militer. genderang ditabuh, perintah-perintah diteriakkan dan para wanita itu , kali ini masih saja berdiri di tempatnya. Cekikikan mereka, walaupun hanya sesekali, lalu segera berubah menjadi tawa yang keras. Sekali lagi Sun Tsu mengatakan kepada para wanita itu bahwa perintah-perintah yang tidak dapat dipahami secara tegas adalah kesalahan dari para komendan, dan ia kemudian mengulangi lagi latihan tersebut. Kem |
| Catatan | Indeks 258-262 Halaman |
| Bahasa | Indonesia |
| Bentuk Karya | Bukan fiksi atau tidak didefinisikan |
| Target Pembaca | Umum |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 014115 | 158.4 ALI t | Dapat dipinjam | DISPUSARDA Kota Metro - Ruang Koleksi Umum | Tersedia
pesan |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000023037 | ||
| 005 | 20250916033038 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 250916################g##########0#ind## | ||
| 020 | # | # | $a 979-741-054-4 |
| 035 | # | # | $a 0010-0925000112 |
| 082 | # | # | $a 158.4 |
| 084 | # | # | $a 158.4 ALI t |
| 100 | 0 | # | $a Alistair McAlpine$e Pengarang |
| 245 | 1 | # | $a The Ruthless Leader : $b Disiplin dan Keteguhan dalam Kepemimpinan, Tiga Karya Klasik Tentang Strategi dan Kekuasaan |
| 264 | # | # | $a Jakarta :$b Erlangga,$c 2004 |
| 300 | # | # | $a v + 262 halaman ; $c 24 cm. |
| 336 | # | # | $a Teks$2 rdacontent |
| 337 | # | # | $a Tanpa Perantara$2 rdamedia |
| 338 | # | # | $a Lembar$2 rdacarrier |
| 502 | # | # | $a Indeks 258-262 Halaman |
| 520 | # | # | $a The Ruthless Leader : Disiplin dan Keteguhan dalam Kepemimpinan, Tiga Karya Klasik Tentang Strategi dan Kekuasaan Sang jendral besar itu, menegaskan bahwa adalah tanggung jawab mereka yang berwenang untuk menyampaikan perintah-perintah dengan cara sedemikian rupa sehingga perintah-perintah tersebut dapat dimengerti, lalu ia menjelaskan kepada wanita itu mengenai apa yang ia inginkan untuk mereka lakukan dalam perintah yang jelas dan tidak mungkin disalahartikan. Sang jendral kemudian juga memanggil para algojo untuk bersiap-siap menunjukkan bahwa ia menghargai disiplin sebagai esensi kehidupan militer. genderang ditabuh, perintah-perintah diteriakkan dan para wanita itu , kali ini masih saja berdiri di tempatnya. Cekikikan mereka, walaupun hanya sesekali, lalu segera berubah menjadi tawa yang keras. Sekali lagi Sun Tsu mengatakan kepada para wanita itu bahwa perintah-perintah yang tidak dapat dipahami secara tegas adalah kesalahan dari para komendan, dan ia kemudian mengulangi lagi latihan tersebut. Kembali genderang ditabuh, perintah-perintah diteriakkan, dan sekali lagi para wanita tertawa. Sun Tsu lagi-lagi menegaskan, perintah yang kurang jelas adalah kesalahan dari para komendan. Akan tetapi, perintah yang telah disampaikan dengan lugas namun tetap tidak dipatuhi, maka itu menjadi kesalahan pihak yang dipimpin. Dengan kata-kata tersebut, sang jendral memerintahkan algojo untuk memenggal kepala dua selir utama, walaupun saat itu diprotes oleh Sang Panguasa, Pangeran He Lu. Sun Tzu kemudian begitu saja menunjuk dua wanita lain untuk memimpin pasukan dan melanjutkan latihan. Ia sangat paham makna penting dari disiplin dalam medan pertempuran dan ia bertindak dengan kata-kata yang sangat bengis dan kasar untuk memastikan bahwa ia memiliki disiplin, bahkan dalam pasukan yang tampak hampir mustahil ini. Pada giliran berikutnya ketika perintah-perintah diteriakkan, para wanita berlatih tanpa cela. Kemudian Sang Penguasa diminta untuk menyaksikan pandangan yang hampir mustahil ini, satu tawaran yang ditampiknya karena Sang Penguasa merasa kehilangan dua selir favoritnya. Akibatnya, Pangeran He Lu dipandang sebagai pemimpin yang hina oleh Sun Tzu. Buku The Ruthless Leader menyajikan kombinasi pemikiran yang tajam dan mendalam tentang sifat dasar manusia dalam konteks kekuasaan dan kepemimpinan. Ketika seorang pemimpin memadukan disiplin strategi, efektivitas tindakan, dan inovasi dalam penerapan kepemimpinan, maka ia sedang membangun fondasi kuat untuk kepemimpinan yang berhasil dan berdampak jangka panjang |
| 650 | # | 4 | $a Kepemimpinan |
| 650 | # | 4 | $a Psikologi Terapan |
| 700 | 0 | # | $a Dewi Sartika$e Penerjemah |
| 700 | 0 | # | $a Nurcahyo Mahanani$e Penyunting |
| 740 | # | # | $a The Ruthless Leader : Three Classics of Strategy and Power |
| 990 | # | # | $a 014115 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :