<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000009176</controlfield>
  <controlfield tag="005">20260211113953</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0721004435</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Sejarah Kebudayaan Indonesia :</subfield>
   <subfield code="b">Sistem Pengetahuan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Muhammad Iskandar</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Rajawali Pers,</subfield>
   <subfield code="c">2009</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">161 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">Ilustrasi [Warna] ;</subfield>
   <subfield code="c">23 cm.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">9789797692742</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">R.959.800 1 MUH s</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SEJARAH KEBUDAYAAN INDONESIA SISTEM PENGETAHUAN Dalam perspektif sejarah kebudayaan, sistem pengetahuan memberikan pemahaman mengenai tingkat kecerdasan suatu masyarakat sesuai dengan konteks ruang dan waktunya. Pada dasarnya tingkat kecerdasan individu atau masyarakat, sangat tergantung kepada individu atar masyarakat itu sendiri. Artinya perkembangan kebudayaan, khususnya sistem pengetahuan, ditentukan oleh masyarakat yang menjadi pendukung atau penghayat kebudayaan tersebut Kontak atau komunikasi dengan individu atau masyarakat lain diakui turut berperan dalam proses pencerdasan atau perkembangan kebudayaan suatu masyarakat. Akan tetapi sifatnya lebil banyak sebagai pemberi inspirasi atau motivasi bagi masyarakat bersangkutan untuk mengubat dirinya, masyarakatnya, sehingga budayanya berkembang, atau berubah sesuai dengan kehendaknya, sekaligus mencerminkan jati dirinya sebagai pendukung budaya tersebut. Sejak masa prasejarah sampai dengan masa kolonial, penguasaan ilmu pengetahuan di berbagai tempat di kepulauan Indonesia sangat berbeda antar satu dengan lainnya. Di beberapa pulau yang kontak atau komunikasinya dengan dunia luar relatif kuat, sistem pengetahuannya pun relatif berkembang melebihi daerah lainnya. Meskipun kolonialisme itu pada dasarnya berdampak buruk namun di satu sisi juga menguntungkan termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Di Jawa yang relatif dijajah lebih &quot;intensif &quot; dibandingkan dengan daerah lain, justru menjadi lahan pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini antara lain karena faktor komunikasi tadi. Seperti halnya pada masa sebelum kemerdekaan, daerah-daerah yang sebelumnya memiliki tingkat penyerapan dan perkembangan ilmu pengetahuan lebih cepat semakin berkembang seiring dengan adanya pembangunan di hampir seluruh wilayah Republik Indonesia. Hingga kini berbagai institusi pendidikan dan pusat-pusat komunikasi masih terkonsentrasi di beberapa wilayah sehingga ilmu pengetahuan relatif lebih cepat berkembang di wilayah-wilayah tersebut.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">R.959.800 1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Kebudayaan Indonesia</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Pengetahuan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Hasan Djafar</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">260211                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">153-161 Halaman</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">048522</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">048521</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">048523</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">048525</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">048526</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">067941</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
