02909 2200253 4500001002100000005001500021008004100036020001800077035002000095082001300115084001900128100002100147245005700168260004300225300002300268520228000291650001702571650001202588990001102600990001102611990001102622990001102633990001102644INLIS00000000000043620251020024213251020 g 0 ind  a979-3335-32-7 a0010-0621000036 aR.940.18 aR.940.18 ARM p1 aArmstrong, Karen1 aPerang Suci :bDari Perang Salib Hingga Perang Teluk aJakarta :bSerambi Ilmu Senesta,c2001 a927 hlm. ;c23 cm. aPerang Suci Ketika Paus Urban II menyerukan Perang Salib di tahun 1095 untuk merebut kota suci Yerusalem dari kaum muslim, mungkin sama sekali tidak terbayang betapa rangkaian peristiwa tragis itu akan menorehkan luka yang begitu perih clan pengaruh yang begitu luas. Kaum Kristen Eropa mula-mula memang kurang begitu mengenal kaum muslim. Tapi di akhir kisah, masing-masing pihak-Islam, Kristen, clan juga Yahudi yang kemudian ikut terlibat dalam konflik itu-mengembangkan perasaan benci dan anggapan bahwa kelompok lain adalah sosok jahat, iblis, musuh Tuhan, yang patut dilaknat clan climusnahkan.antologi kebencian clan dendam ini terus mengendap, menggumpal, dan kemudian mewujud dalam berbagai konflik dan perang suci yang terus meletup hingga kini. Titik mula clan kelanjutannya memang bisa bermotif religius atau sekuler, tapi akhirnya semua motif itu bercampur-aduk clan memperteguh kekentalan konflik.Dalam buku ini, Armstrong menelusuri detail kisah Perang Salib, akar pemicunya, baik dari segi sejarah maupun doktrin, dan juga pengaruh Perang Salib dalam perkembangan peradaban dunia. Pemaparannya yang begitu tangkas, cermat, mendalam, menyeluruh, dan menyentuh perasaan membuat buku ini tidak saja mampu mengupas tuntas kronologi-historis perang-perang suci secara objektif, tapi juga berhasil memberi semacam pendekatan subjektif dengan menyapa sisi kemanusiaan kita semua.Buku ini adalah upaya untuk meredakan bara nafsu yang mengurung cara pandang umat beragama dalam teologi dendam clan kekerasan, menyambung kembali ruh epistemologis ajaran-ajaran agama yang rindu akan kesejukan clan kasih sayang, mengundang kembali nalar dan nurani yang telah dicampakkan di antara reruntuhan perang dan tubuh peradaban "Buku ini mengantarkan keharuan, objektivitas, pandangan yang luas, dan daya cipta bagi kemelut zaman kita yang paling mendesak. " The Boston Phoenix "Karen Armstrong memang jenius. " A.N. Wilson, pengarang Jesus: A Life "Melalui karya-karyanya yang menantang selama sepuluh tahun terakhir,penulis ini tampil sebagai salah seorang pemikir tentang masalah-masalah keagamaan dan kemanusiaan yang sangat menonjol. Tidak banyak perempuan sepanjang abad ini yang dikenal melalui karya-karyanya yang mendalam, komprehensif, clan menggoda untuk diikuti. "yl 4aPerang Salib 4aSejarah a020603 a020604 a020605 a020606 a020607