na INLIS000000000004576 20211222113549 0010-0621004176 211222 g 0 ind Dari Pemberontakan Ke Integrasi : Sumatra Barat Dan Politik Indonesia 1926-1998 Kahin, Audrey Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005 474 hlm. ; 24 cm. 979-461-517-x 900.813 KAH d Di masa perjuangan melawan penjajahan dan di awal kemerdekaan, Sumatra Barat dalam beberapa halberbeda dari masyarakat lain di luar Pulau Jawa. Orang-orang Sumatra Barat memainkan peran yang menentukan dalam perpolitikan Indonesia, kedudukan mereka dalam pemerintahan Republik Indonesia hanya kalah dari para pemimpin yang berasal dari Jawa. Sampai batas tertentu, kedua suku bangsa ini, Jawa dan Minangkabau, mewakili dua konsep yang bertolak belakang dalam pemerintahan negara, yang telah bersaing untuk menjadi dominan dalam sistim pemerintahan Indonesia pasca-kemerdekaan. Sejauh ini konsep kesatuan hierarkis Jawalah yang selalu menang meskipun orang-orang Mnfugkabau, dengan konsep pemerintahan yang lebih egaliter dan desentralistik, mampu mengimbanginya dan sekaligus menciptakan ketegangan dinamis yang masih terlihat hingga kini. Tema utama buku ini adalah perbedaan antara persepsi Minangkabau dan Jawa mengenai bentuk dan sistem pemerintahan Indonesia pasca-kemerdekaan yang akan menggantikan bentuk dan sistem pemerintahan kopnial Hindia Belanda. Buku ini berisi studi tentang sejarah politik Sumatra Barat sejak periode akhir penjajahan sampai masa kini, dengan fokus pada proses dan kadar kesungguhan orang Minangkabau berintegrasi ke dalam negara Indonesia kontemporer. Dipaparkan perspektif lokal tentang pertumbuhan dan perkembangan gerakan nasionalis di Indonesia perjuangan kemerdekaan, trauma yang dialami rakyat Minangkabau dalam beradaptasi dengan pemerintahan Indonesia yang berlandaskan pada konsep yang sangat berbeda dari konsep-konsep yang menjiwai perjuangan anti-penjajahan di daerah itu. 900.813 Sejarah Perjuangan Sumatra Barat 027329 027330 027332 027333