01688 2200229 4500001002100000005001500021035002000036008004100056245003300097100002900130260004400159300002300203020001800226084001400244520112700258082000801385650002101393990001101414990001101425990001101436990001101447INLIS00000000000367220220518021851 a0010-0621003272220518 0 ind 1 aManusia Menurut Al - Ghazali3 aNasution, Muhammad Yasir aJakarta :bRaja Grafindo Persada,c2002 a235 hlm. ;c18 cm. a979-421-156-7 a128 NAS m aManusia menurut Al-Ghazali Bagi al-Ghazali, menghampiri hakikat atau untuk mencari kasih dan ridha Tuhan, tumpuannya adalah akal. Pada pendapat ini beliau dijunjung tinggi sebagai penyelamat agama dan ummat. Ketika berada pada ujung usia, disadari bahwa akal hanya menghasilkan kontak yang tidak langsung. Untuk itu, beliau menunjuk naluri (al-dzawq) sebagai piranti yang akan menghantar manusia pada kontak yang serba langsung. Dengan peralihan konsep teologis ini, beliau dituding sebagai biang kemunduran Islam. Lantaran naluri baru sahih sebagai media sesudah melewati beberapa fase kehidupan yang sufistik. Orientasi sufistik jelas berciri keakhiratan penuh dalam arti mengabaikan urusan duniawi, yang justru merupakan salah-satu aspek penting bagi kekhilafahan manusia di muka bumi. Dengan jalan pikir yang antagonistis tersebut, bagaimana kita hendak menempatkan dan memahami karyakarya al-Ghazali sebagai tokoh pemikir Islam yang amat dihormati itu? Di samping bagaimana pula Islam hendak mengenali fenomena baru berupa ilmu pengetahuan. Kiranya buku ini merupakan langkah awal yang menjelaskan duduk soal. by iwn. a128 4aFilsafat Manusia a015795 a009951 a009952 a009953