<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000002687</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250707024426</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0621002287</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">250707                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Metodologi Penelitian Sosial-Agama</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Imam Suprayogo</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bandung :</subfield>
   <subfield code="b">Remaja Rosdakarya,</subfield>
   <subfield code="c">2003</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">214 hlm. ;</subfield>
   <subfield code="c">24 cm.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">979-692-141-3</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">001.4 IMA m</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">METODOLOGI PENELITIN SOSIL - AGAMA perkembangan ilmu pengetahuan terjadi antara lain disebabkan oleh dorongan fitrah manusia. Manusia adalah makhluk yang memiliki rasa ingin tahu clan berpihak kepada kebenaran. Manusia juga memiliki keinginan yang tidak terbatas untuk menggapai yang terbaik dalam kehidupannya. Tuntutan-tuntutan itu dapat terpenuhi apabila manusia memperoleh pengetahuan baru secara sistematis yang dengannya ia mampu memecahlcan masalah yang dihadapi. Pencarian kebenaran untuk menanggapi lcehidupan itu, ada yang dilakukan dengan pendekatan ilmiah, ada pula yang dengan cara nonilmiah. Pencarian yang bersifat ilmiah inilah yang akhirnya melahirkan berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu-ilmu yang menjadikan agama sebagai objeknya. Bahkan, perkembangan kajian agama kirii semakin beragam, baik objek maupun metodenya. Sebagai objek kajian, sejauh ini agama dapat diposisikan sebagai doktrin atau sebagai realitas sosial clan pengungkapannya. Kajian yang memposisikan agama sebagai doktrin, menggunakan pendekatan teologis, yaitu kajian ilmiah atas doktrin agama dalam bingkai keimanan. Kajian inilah yang telah melahirkan ilmu-ilmu agama seperti ilmu tafsir, ilmu hadis, clan ilmu fikih. Sedangkan kajian yang memposisikan agama sebagai realitas sosial dan pengungkapannya, menggunalcan pendekatan ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi, psikologi, filologi, dan sejarah. Buku ini disusun untuk memberikan alternatif metodologis bagi kajian agama, baik sebagai doktrin maupun sebagai realitas sosial dan prases pengungkapannya. Inilah kelebihan buku ini, clan ini pula yang selama ini belum banyak dilakukan penulis lain. Hal ini pula yang membuat buku ini begitu penting dimiliki clan ditelaah oleh para santri, ulama, cendekiawan, dan mahasiswa, birokrat, serta para pemerhatian dan siapa saja yang hirau dengan masalah-masalah sosial clan agama. dan semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. ( id )</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">001.4</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Metodologi Penelitian</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Sosial</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Tobroni</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">036811</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">036808</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">036685</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">036686</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">036687</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">036809</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">036810</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
