<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000022654</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250724023928</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0725000047</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">250724                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Analisis Gender Dan Transformasi Sosial</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Mansour Fakih</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Pustaka Pelajar,</subfield>
   <subfield code="c">2006</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xviii + 186 halaman ;</subfield>
   <subfield code="c">20 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">979-8581-54-7</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">305.49 MAN a</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Analisis Gender transformasi sosial memerangi ketidakadilan sosial sepanjang sejarah kemanusiaan, selalu menjadi tema menarik dan tetap akan menjadi tema penting dalam setiap pemikiran dan konsepsi ientang kemasyarakatan di masa mendatang. Sejarah manusia dalam memerangi ketidakadilan sosial telah melahirkan analisis dan teori sosiar yang hingga saat ini masih berpengaruh dalam membentuk sistem kemasyarakatan umat manusia. Misalnya saja analiiis dan teori Kelas yang dicetuskan oleh Karl Marx dapat membantu analisis sosial saat ini untuk memahami bentuk ketidakadilan ekonomi dan kaitannya dengan sistem sosial yang lebih luas. Antonio Gramsci dan Louis Althusser membahas Ideologi dan kultural serta menggugat keduanya karena dianggap sebagai alat dan bagian dari mereka yang diuntungkan untuk melanggengkan ketidakadilan. Para penganut dan penganalisis Gender dukung teori kritis (critical theory) mazhab Frankfurt mempersoalkan metodologi dan epistemologi positivisme sebagai salah satu sumber ketidakadilan. Kritik mereka meng- gugat apa yang dikhotbahkan sebagai Pengetahuan &quot;ilmiah&quot; seperti obiektivitas, netralitas, bebas nilai dan sebagainya. Bahkan ilmu pengetahuan dan wacana yang selama ini dianggap netral, akhir-akhir ini oleh pemikiran pascamodern irgu telah dipertanyakan. Karena, menurut pandangan mereka, ilmu pengetahuan bisa dan telah meniadi alat untuk melanggengkan ketidakadilan. Dari pelbagai gugatan terhadap ketidak-adilan tersebut, terdapat satu analisis yang mempertanyakan ketidakadilan sosial dari aspek hubungan antarienis kelamin yang belum pernah disinggung oleh teori-teori di atas. Analisis yang dimaksud adalah analisis gender, suatu analisis yang meniadi alat bagi gerakan feminisme. Buku ini mencoba menyaiikan secara sederhana apa sebenarnya Analisis Gender. Analisis dan teori gender, sebagaimana layaknya teori sosial lairurya seperti analisis kelas, analisis kultural dan analisis diskursus, adalah alat analisis untuk memahami realitas sosial. Sebagai teori, tugas utama analisis gender adalah memberi makna, konsepsi, asumsi, ideologi dan praktik hubungan baru antara kaum laki- laki dan peremPuan serta implikasinya ter-hadap kehidupan sosial yang lebih luas (sosial, ekonomi, politik, kultural), yang tidak dilihat oleh teori ataupun analisis sosial lainnya. Dengan kata lain analisis gender merupakan kacamata baru untuk menambah, melengkapi analisis sosial yang telah ada, dan bukan menggantikannya. Namun dalam buku ini penulis tidak berambisi mengupas segala macam analisis sosial dari perspektif konsep gender. Penulis lebih berminat memaparkan pengertian kepada pembaca, yang bersifat pengantar, unfuk memahami masalah-masalah emansipasi kaum perempuan dalarn kaitannya dengan masalah ketidakadilan dan perubahan sosial dalam konteks yang lebih luas. Sebagai pengantar, uraian dalam buku ini berusaha menghindari analisis yartg terlalu teoritis serta mengusahakan implikasi pemahaman teoritis terhadap persoalan-persoalan yang lebih praktis. Buku ini disusun atas dorongan beberapa teman yang sudah lama berkecimpung dan memperjuangkan masalah kaum perempuan dalam konteks perubahan sosial dan demokratisasi di Indonesia.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">305.49</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Gender</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan 10</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">173-183 halaman</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="505" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">1. Analisis gender dan ketidakadilan&#13;
2. Diskursus pembangunan dan nasib kaum perempuan&#13;
3. Analisis gender dalam gerakan transformasi perempuan&#13;
4. Hegemoni maskulinitas dan arah gerakan feminisme&#13;
5. Tinjauan struktural terhadap buruh perempuan&#13;
6. Analisis gender dan tafsir agama &#13;
7. Emansipasi kaum perempuan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Pustaka Pelajar,</subfield>
   <subfield code="c">2006</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">Teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">Tanpa Perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Lembar</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">025165</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">025164</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">025163</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">025166</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
