02448 2200313 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001700122084002300139100003500162245003900197250000600236300004100242650002100283520165800304264003201962336002101994337003002015338002302045990001102068990001102079990001102090990001102101990001102112990001102123INLIS00000000001950920251106034107 a0010-0123000392ta251106 g 0 ind  a978-602-60636-8-7 aR.792.598 18 aR.792.598 18 HID p1 aHidayatullah, RiyanePengarang1 aPengantar Seni Pertunjukan Lampung aI axii + 102 halaman :bIlustrasi ;c24 4aSeni pertunjukan aPENGANTAR SENI PERTUNJUKAN LAMPUNG Seni pertunjukan merupakan perpaduan aktivitas seni yang berhubungan dengan teknik pembuatan, pengolahan dan penampilan karya seni secara utuh. Proses mempertunjukkan seni merupakan proses yang panjang dan memerlukan persiapan yang tidak sederhana. Sebelum memulai untuk membuat sebuah pertunjukan seni perlu adanya pengalaman estetis. Pengalaman estetis berkenaan dengan wacana apresiasi seni, bagaimana seni itu dimengerti dan dihargai sebagai sebuah karya monumental. Banyak orang lebih menghargai karya seni dan pertunjukan seni tidak hanya sebatas pelengkap dalam sebuah acara, tetapi seni pertunjukan perlu dihargai dan dipelajari. Setelah mengerti apa itu seni pertunjukan dan mampu mengapresiasi sebuah pertunjukan, maka seni dapat dilestarikan tanpa ada hambatan secara internal. Banyak hal-hal teknis yang perlu diketahui menganai seni, seperti 1) apa pengertian seni pertunjukan: 2) bagaimana pembagian ruang lingkup seni; 3) apa saja yang termasuk dalam jenis seni pertunjukan; dan 4) bagaimana mengatur sebuah seni pertunjukan. Elemen tersebut merupakan hal-hal pokok yang menjadi prasyarat memahami sebuah seni pertunjukan. Lampung, merupakan sebuah Provinsi yang cukup luas dan memiliki banyak kesenian. Mulai dari tari, musik, teater, sastra lisan, dan seni rupa. Sebagai sebuah upaya pelestarian seni, inventarisasi berbagai seni pertunjukan merupakan langkah awal untuk merekam sejarah melalui tulisan. Dalam buku ini, kesenian Lampung dipaparkan menggunakan pendekatan sejarah, analisis dan kajian pustaka. Dengan beberapa pendekatan tersebut, perspektif yang dibangun tidak melalui satu arah. aYogyakarta :bArttek,c2017 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa pelantara 2rdacarrieralembar a069178 a069179 a069180 a069024 a069022 a069023