01943 2200253 4500001002100000005001500021008004100036020001900077035002000096082001100116084001700127100001600144245005600160260003600216300002500252520133100277650001601608990001101624990001101635990001101646990001101657990001101668990001001679INLIS00000000000164020220318010039220318 g 0 ind  a979-981-84-0-0 a0010-0621001240 a297.35 a297.35 WAK t aWakhudin, H1 aTips & Petunjuk Praktis Orang Indonesia Pergi Haji aBandung :bMutiara Press,c2003 a169 hlm. ;c19,5 cm. aTIPS PETUNJUK PRAKTIS ORANG INDONESIA PERGI HAJI Ritual ibadah haji bagi umat Islam seluruh dunia sama, antara lain thawaf dan sa-i di Baitullah, wukuf di Arafah, dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah dan Mina yang diteruskan dengan melontar Jamarat. Ibadah biasanya ditambah dengan berbagai kegiatan nawafil di Kota Makah al-Mukaramah dan Madinah al Munawarah. Buku berjudul Tips Petunjuk Praktis Orang Indonesia Pergi Haji ini tidak membahas secara khusus mengenai ritual haji tersebut, melainkan berbicara tentang cara-cara teknis, persiapan, perlengkapan, lika-liku, dan berbagai tips agar umat Islam dapat melaksanakan ritual haji itu secara baik dan benar, sehingga bisa mencapai haji mabrur. Ritual haji antara umat Islam di satu negara dengan negara yang lain memang sama, tapi kaifiyat, cara-cara teknis antara jamaah di satu negara dengan yang lainnya berbeda-beda. Jamaah haji Indonesia harus membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) atau dulu dikenal Ongkos Naik Haji (ONH), sedangkan jamaah asal Malaysia mengenal Tabong Haji. Tentu saja jamaah asal Amerika, Eropa dan negara-negara lain tidak mengenal istilah-istilah seperti itu, melainkan memiliki spesifikasi tersendiri. Spesifikasi teknis perjalanan haji seperti itulah yang menjadi titik perhatian H. Wakhudin untuk menuliskannya dalam buku ini.(libra) 4aIbadah Haji a034783 a034784 a034785 a034786 a034787 a09186