02367 2200253 4500001002100000005001500021008004100036020002200077035002000099082000800119084001400127100001900141245006900160250000600229260003600235300002300271520174700294650001702041990001102058990001102069990001102080990001102091990001102102INLIS00000000001427120220729112922220729 g 0 ind  a978-979-756-756-9 a0010-0821001350 a081 a081 HIK m1 aHikmah, Mahi M1 aMetode Penelitian :bDalam Perspektif Ilmu Komunikasi Dan Sastra aI aYogyakarta :bGraha Ilmu,c2011 a166 hlm. ;c22 cm. aPenelitianDalam PerspektifIlmu Komunikasi dan Sastra Tujuan utama manusia hidup di dunia ini adalah untuk mencari dan mencapai kebenaran. kendati kebenaran yang ada di dunia ini bersifat relatif dan tentatif. Namun, kebenaran tersebut memiliki derajat gradasi yang berbeda tergantung dari jalan yang digunakan. Salah satu jalan yang memiliki gradasi tinggi dalam mencapai kebenaran duniawi adalah dengan menggunakan nalar ilmu pengetahuan dengan cara-cara yang ilmiah. Kebenaran Ilmiah adalah kebenaran tingkat ketiga setelah kebenaran agama dan filsafat. Kebenaran Ilmiah dicapai dengan menggunakan metode-metode ilmiah.Oleh karena itu, seorang ilmuwan yang "baik " harus menguasai metode-metode ilmiah agar is dapat mencari dan mencapai kebenaran. Bahkan, metode ilmiah dalam konteks ini, tidak hanya menyangkut cara-cara atau langkah-langkah yang harus dilakukan, tetapi juga berkait dengan sikap yang berlandaskan pada pola pikir ilmiah.Tradisi ilmiah ini harus mulai diwariskan pada para calon ilmuwan yang tengah menempa diri pada kawah candradimuka kampus, sehingga perguruan tinggi akan melahirkan ilmuwanilmuwan yang handal. Mereka harus diperkenalkan, diajarkan, dan diberikan pemahaman tentang cara berpikir, bersikap, dan bertindak ilmiah, sehingga ketika lulus pola pikir, pola sikap, dan pola tindak mereka bernuansa ilmiah.Buku ini ingin turut memberikan warna pada calon ilmuwan dalam membentangkan jalan ilmiah dari mulai hal-hal yang sangat filosofis sampai hal-hal yang sangat praktis. Semoga dapat memberikan pencerahan ketika kita harus kukuh pada kebenaran ilmiah, tetapi tetap sadar pada sifat kerelatifan dan ketentatifan. Kita memiliki kesadaran di antara kebenaran yang kita pegang teguh, masih ada kebenaran lain. aKarya Ilmiah a050747 a050748 a050749 a050750 a050751