na INLIS000000000014166 20220615092827 0010-0821001245 220615 g 0 ind S.K.Trimurti Salim, Agus Bandung : Jembar, 2007 80 hlm. ; 21 cm. 979-24-5672-4 923 SAL s Dibesarkan dalam keluarga yang menghendakinya untuk mempertahankan kedudukannya sebagai keluarga priyayi Jawa, Trimurti menjelma menjadi salah satu sosok pejuang perempuan yang sebenarnya. Mengawali karir sebagai guru Sekolah Rakyat (Volkschool), Trimurti kemudian masuk ke Partindo. Di Partindo ini, ia merintis jalan perjuangan politik dan kewartawanan. Banyak pengorbanan dijalani demi pilihan hidup dan idealisme yang diusungnya itu. Karena aktivitas politik serta tulisannya yang tajam, Pemerintah Hindia Belanda memasukkan Trimurti di Penjara Bulu, Semarang. la menjalani kehidupan di penjara bersama bayinya yang baru lahir. Suaminya, Sayuti Me!ik, mengalami perlakukan yang sama, setelah dibuang di Digul, Irian, juga harus masuk penjara karena tuduhan yang sama . Menjelang Perang Dunia II, untuk kedua kalinya Trimurti mendekam di kamp tahanan di Garut, Jawa Barat. Pada masa Jepang, Trimurti mengalami penyiksaan dan untuk kesekian kali berstatus sebagai tahanan di Semarang karena ia adalah anggota Gerindo serta dituduh menentang gerakan fasisme Pemerintah Militer Jepang di Indonesia. Suaminya juga mengalami nasib sama, dipenjara oleh Jepang. Saat di Partindo, Trimurti menjadi kader kepercayaan Bung Karno. Ketika Indonesia Merdeka, Trimurti turut andil dalam mempertahankan kemerdekaan. Trimurti tercatat dua kali mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai menteri pada kabinet pertama yang didirikan. la adalah menteri pertama perempuan di Republik Indonesia. Sepanjang hidupnya selalu mengalami dan terlibat dalam berbagai gejolak politik yang terjadi di Indonesia. 923 Bibliografi Trimurti 032401 032402 032403 032404 032405