01936 2200217 4500001002100000005001500021035002000036008004100056245004700097100001200144260004300156300002200199020002200221084002200243520138700265082001601652650001801668990001001686990001101696990001101707INLIS00000000001283420220213092256 a0010-0721008093220213 g 0 ind 1 aMenu Khas Masakan Dayak Kalimantan Selatan aYuliani aJakarta :bMultazam Mulia Utama,c2016 a68 hlm. ;c24 cm. a978-602-223-118-9 a641.959 844 YUL m aMenu Khas Masakan Dayak Kalimantan Selatan Setiap suku bangsa memiliki makanan khasnya masing-masing sesuai dengan daerahnya yang menjadi ciri khas suku bangsa tersebut. Begitu pula dengan Suku Dayak. Bagi Suku Dayak yang berada di Kalimantan Selatan memeluk agama Islam. Istilah Dayak mulai digunakan di Banjarmasin pada tahun 1826 dalam yaitu dalam perjanjian sultan Banjar dengan Hindia-Belanda. Istilah Dayak tersebut digunakan untuk menggantikan istilah Biaju Besar yaitu masyarakat yang berada di daerah Sungai Kahayan dan Biaju Kecil yaitu masyarakat yang berada di daerah Sungai Kapuas Murung, masingmasing diganti menjadi Dayak Besar dan Dayak Kecil. Sejak saat itu, istilah Dayak ditujukan untuk rumpun Ngaju-Ot Danum atau rumpun Barito. Dalam perkembangannya, istilah Dayak bukan hanya menunjukkan pada dua daerah tersebut atau rumpun Ngaju-Ot Danum saja, tetapi meluas yaitu merujuk kepada suku-suku penduduk asli setempat yang berbeda bahasanya, khususnya non-muslim atau nonMelayu. Makanan khas Suku Dayak memang beragam, mulai dari menu berbahan dasar sayuran, ikan, daging ayam, sapi, serta bagi yang nonmuslim menggunakan daging babi. Begitu pula kue tradisionalnya pun beragam. Berikut ini akan diuraikan mengenai menu khas masakan Suku Dayak, agar mengenal lebih jauh lagi keanekaragaman masakan khas Suku Dayak yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. a641.959 844 4aMasakan Dayak a01599 a060259 a060260